Dari Merbabu ke Kemiri
Menyelusuri jejak arsip sejarah perpindahan pusat pemerintahan Kabupaten Boyolali—sebuah lompatan besar menuju kota modern yang hijau dan melayani.
Mengapa Kita Harus Pindah?
Keputusan besar relokasi ini berawal dari kegelisahan sederhana Bupati Seno Samodro terhadap kelayakan fasilitas publik. Di kantor lama Jalan Merbabu, pusat pemerintahan tidak memiliki ruang tamu yang memadai. “Nampa menteri ning pringgitan, nampa gubernur ning pringgitan, nek Merapi watuk ya ning pringgitan,” kenang beliau.
5 Tokoh di Balik Transformasi
Arsitek Perubahan Wajah Boyolali
Pemindahan pusat pemerintahan adalah sebuah orkestrasi sejarah. Kenali lima sosok penggerak yang berhasil memadukan keberanian politik, visi tata ruang, pendekatan sosial, infrastruktur tangguh, dan transisi birokrasi yang mulus demi mewujudkan Boyolali Smile of Java.
"Keren banget! Selama ini cuma tau Kompleks Kemiri sama Alun-alun Lor buat tempat nongkrong akhir pekan. Ternyata sejarah mindahin kantor bupatinya se-epik ini dan butuh perjuangan panjang. Webnya interaktif, ada audionya juga, sama sekali nggak bosenin kayak baca buku teks sejarah biasa!"
"Pameran virtual kearsipan yang sangat inovatif dan relevan. Dokumen arsip yang disajikan sangat lengkap, mulai dari landasan Perda hingga kesaksian lisan tokoh utama. Sangat membantu kami para pendidik untuk dijadikan referensi belajar lokalatih (muatan lokal) bagi siswa-siswi di sekolah."
"Melihat foto-foto lama Jalan Merbabu di pameran ini rasanya bikin nostalgia luar biasa. Saya jadi teringat masa-masa ketika Pemkab masih di sana. Terharu melihat keberanian para pemimpin kita menyulap tegalan di Kemiri menjadi pusat pemerintahan yang begitu maju dan ramah untuk warga. Bangga jadi wong Boyolali!"
"Sebagai mahasiswa tata kota, melihat arsip masterplan berkonsep Green Building dari UGM yang berhasil dieksekusi oleh Pemkab Boyolali benar-benar menginspirasi. Pameran ini sukses mengemas dokumen teknis dan tata ruang yang rumit menjadi cerita visual yang sangat mudah dipahami."
"Dulu orang tua saya sempat cerita banyak yang ragu waktu pusat kota mau dipindah. Tapi sekarang terbukti, kompleks terpadu di Kemiri justru membuka banyak lapangan kerja dan keramaian baru buat UMKM lokal. Pameran digital ini merangkum visi hebat itu dengan desain yang estetik dan kekinian."
"Inisiatif digitalisasi memori kolektif yang patut diacungi jempol. Antarmuka webnya sangat user-friendly, kualitas rekaman suaranya menghidupkan suasana masa lalu, dan penyajiannya membuktikan bahwa arsip sejarah bisa dikemas menjadi hiburan yang edukatif. Keren, sukses terus Arpusda!"