Dari Merbabu ke Kemiri

Menyelusuri jejak arsip sejarah perpindahan pusat pemerintahan Kabupaten Boyolali—sebuah lompatan besar menuju kota modern yang hijau dan melayani.

Mengapa Kita Harus Pindah?

Keputusan besar relokasi ini berawal dari kegelisahan sederhana Bupati Seno Samodro terhadap kelayakan fasilitas publik. Di kantor lama Jalan Merbabu, pusat pemerintahan tidak memiliki ruang tamu yang memadai. “Nampa menteri ning pringgitan, nampa gubernur ning pringgitan, nek Merapi watuk ya ning pringgitan,” kenang beliau.

Wajah Boyolali di Masa Depan Ada di Tanganmu.

Sebagaimana pesan para pendiri kota, fasilitas modern ini adalah milik warga. Apa harapanmu untuk Kabupaten Boyolali ke depan?